Jadwal Fenomena Astronomi Di Bulan Juli 2016


AstroNesia ~ Berikut ini adalah beberapa event atau fenomena astronomi yang akan terjadi pada bulan Juli 2016.

1. Bulan Di Perigee [Terjauh] (1 Juli 2016)  

Bulan mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada jarak 365.983 km dari Bumi.

2. Perihelion Merkurius (2 Juli 2016)

Planet ini akan berada pada posisi terdekatnya dengan Matahari.

3. Bulan Baru (4 Juli 2016)

Bulan akan berada di antara Bumi dan Matahari,dan tidak akan terlihat dari Bumi. Ini adalah kesempatan bagus untuk mengobservasi objek luar angkasa karena tidak adanya cahaya bulan yang mengganggu.



4. NASA Juno Tiba Di Sistim Jupiter (4 Juli 2016)

Wahana antariksa NASA Juno dijadwalkan tiba di Jupiter setelah melakukan perjalanan lima tahun. Diluncurkan pada tanggal 5 Agustus 2011, Juno akan dimasukkan ke dalam orbit kutub disekitar Jupiter pada tanggal 4 Juli 2016. Dari orbit ini, pesawat ruang angkasa ini akan mempelajari atmosfer Jupiter dan medan magnet. Juno akan tetap berada di orbit sampai Oktober 2017 dan kemudian dijatuhkan untuk menabrak Jupiter.

5. Aphelion Bumi (4 Juli 2016)

Bumi mencapai titik terjauh dari Matahari dengan jarak 1,01675 AU.

6. Perihelion Venus (11 Juli 2016)

Venus akan mencapai titik terdekatnya dengan Matahari.

7. Bulan Di Apogee [Terjauh] (13 Juli 2016)  

Bulan mencapai titik terjauhnya dari Bumi pada jarak 404.272 km dari Bumi.

8. Bulan Purnama (20 Juli 2016)

Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga Bulan akan sepenuhnya terang seperti yang terlihat dari Bumi. Bulan purnama ini dikenal oleh suku asli Amerika sebagai Full Buck Moon karena ini adalah saat dimana rusa jantan menumbuhkan tanduk baru di tahun ini. Bulan ini juga telah dikenal sebagai Full Thunder Moon dan Full Hay Moon.

9. Bulan Di Perigee [Terjauh] (27 Juli 2016)  

Bulan mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada jarak 369.659 km dari Bumi.

10. Hujan Meteor Delta Aquarids (28-29 Juli 2016)

Delta Aquarids adalah hujan meteor dengan intensitas sedang yang dapat memproduksi hingga 20 meteor per jam pada puncaknya. Meteor ini dihasilkan oleh puing-puing yang ditinggalkan oleh komet Marsden dan Kracht.  

Hujan meteor ini berjalan setiap tahun dari 12 Juli sampai 23 Agustus. Puncaknya tahun ini terjadi pada malam 28 Juli dan pagi 29 Juli. Untuk melihatnya dengan baik, carilah lokasi yang gelap setelah tengah malam. Meteor akan memancar dari konstelasi Aquarius, tetapi dapat muncul di mana saja di langit.

Blog ini adalah sajian berita Sains dan Teknologi yang kami kutip dari berbagai Sumber, jika anda menyukai dan mau dapatkan Update berita terbaru, harap ikuti blog ini dengan memasukan Email anda atau mengikuti Twitter/Facebook, dengan begitu anda secara otomatis akan mendapatkan Update Berita terbaru disini.


Share This Article Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya
Recommendation News close button
Back to top

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Astronesia. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Thanks For Your Comment Here
Powered by Blogger.