Gerhana Bulan Penumbra Terjadi Malam Ini

Perbedaan sebelum dan saat terjadinya gerhana bulan penumbra

AstroNesia ~ Bayangan bumi kembali akan menggelapkan bulan Rabu (23 Maret) ini yang disebabkan oleh gerhana bulan yang akan terlihat di banyak tempat, termasuk Indonesia.

Tapi jangan terlalu bersemangat, gerhana bulan Rabu ini adalah gerhana penumbra, dan karena itu efeknya akan halus dan lembut dibandingkan dengan "bulan darah" yang disebabkan oleh gerhana bulan total.




Bayangan bumi terdiri dari dua bagian: Gelap, disebut umbra yang terletak dibagian dalam dan samar dan penumbra yang samar dan terletak diluar. Sebagai istilah menunjukkan, gerhana penumbra melibatkan bulan melintas di penumbra. Jika cuaca memungkinkan, kita akan melihat warna buram pada Bulan malam ini.


Gerhana bulan penumbra terjadi saat bulan terbit di ufuk timur dan terjadi mulai pukul 16.36 WIB, kemudian mencapai puncaknya pukul 18.47 WIB, dan berakhir pukul 20.57 WIB. “Masyarakat bisa menyaksikan gerhana bulan penumbra jika diamati secara detail dan cuaca benar-benar cerah.  Ia menjelaskan gerhana bulan penumbra terjadi karena terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semua sampai ke bulan. 

Gerhana penumbra berikutnya akan terjadi pada 17 September.

Satelit Buatan LAPAN Juga Amati GMT 2016

Subuah gerhana matahari parsial terlihat di Kuala Lumpur. Indahnya...

AstroNesia ~ Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) juga mengamati secara maksimal proses Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi di Indonesia, 9 Maret 2016 dengan satelit buatannya sendiri, seperti dilansir dari viva.co.id.

Pengamatan tak hanya melalui teleskop di permukaan lokasi yang dilalui GMT tersebut, melainkan juga LAPANlewat satelitnya, LAPAN-A2/LAPAN-ORARI, yang tugas utamanya untuk pemantauan terhadap fenomena alam.



Satelit eksperimen LAPAN ini adalah hasil kerja sama dengan Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI). Satelit ini telah meluncur ke luar angkasa bulan September 2015 di Bandar Antariksa Satish Dhawan, Sriharikotta, India.

Satelit yang pertama hasil buatan Indonesia tersebut mempunyai tugas utama sebagai mitigasi bencana.  "Satelit LAPAN-A2 beroperasi melakukan pemantauan di daerah Maluku. Kemampuan muatan video satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI ini adalah melakukan pemantauan on-demand secara near real time," ujar Kepala Bagian Humas LAPAN, Jasyanto lewat keterangan tertulisnya, Sabtu, 12 Maret 2016.

Pemantauan GMT 2016 lewat satelit LAPAN-A2, mereka paparkan melalui sebuah gambar di bawah ini.


Garis warna biru pada gambar menunjukkan lintasan satelit LAPAN-A2 mulai pukul 00.52.00 GMT (09:52:41 WIT). Sedangkan garis warna hijau pada tanda waktu yang sama menunjukkan arah pandang kamera video. Pada saat itu, lintasan GMT ditunjukkan dengan garis warna merah.

"Dari garis-garis lintasan tersebut, digambarkan bahwa ground track LAPAN-A2/LAPAN-ORARI bergerak lebih cepat dari ground track gerhana sehingga berhasil menyusul ke wilayah yang tertutup bayangan Bulan, ditunjukkan pada pukul  00.52.40," jelas Jayanto.

Jasyanto melanjutkan, Paparan pantauan gerhana oleh video Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI digambarkan dari citra permukaan bumi yang semula terlihat jelas tiba-tiba berubah gelap. Di dalam proses pemantauan ini, kamera satelit mulai menangkap gambar di wilayah Gorontalo untuk mengamati kondisi gerhana yang terjadi di wilayah Ternate dan Halmahera.

"Data hasil tangkapan gerhana dari Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI ini diterima dan diolah oleh Tim Stasiun Bumi LAPAN Rancabungur bekerja sama dengan Tim Stasiun Bumi LAPAN Rumpin dan LAPAN Biak," kata dia

Keindahan Gerhana Matahari Di Ternate


AstroNesia ~ Sebuah gambar gerhana Matahari total yang sangat indah diambil dari Ternate, Maluku. Tampak jelas sebuah Matahari hitam menggantung tepat diatas.

Indah banget gambarnya, coba ditempatku kaya begini gerhananya, pasti keren banget :D

Satelit NASA Lacak Jalur Totalitas Gerhana 9 Maret Dari Luar Angkasa


AstroNesia ~ 'Umbra Bulan' melintasi permukaan bumi pada 9 Maret 2016 selama gerhana matahari total. NASA Space Climate Observatory (DSCOVR), yang mengorbit 1,6 juta kilometer (1 juta mil) dari Bumi, berada dalam posisi menangkap 'jalur totalitas' gerhana yang terjadi itu.

Video : Kehebohan Gerhana Matahari Yang Terlihat Dari Pesawat

Gerhana matahari total 9 Maret, 2016, yang terlihat di pesawat Alaska Airlines Flight 870 dari Alaska ke Hawaii.

AstroNesia ~ Gerhana Matahari Total yang terlihat pada 9 Maret lalu, menyajikan tontonan indah bagi sebagian besar penduduk di negara kita dan sepanjang Samudera Pasifik - termasuk 163 penumpang dalam penerbangan dari Alaska ke Hawaii, yang menyaksikan tontonan ini dari ketinggian 37.000 kaki (11.000 meter).



"Saya  salah satu pengamat udara yang beruntung. Hampir setahun yang lalu, saya mendekati perusahaan Alaska Airlines dengan proposal untuk mengubah rencana penerbangan reguler dari Anchorage ke Honolulu pada tanggal 8 Maret 2016, dan menunda lepas landas sekitar 30 menit, untuk menempatkan pesawat (sebuah 737-900) dalam posisi yang tepat untuk bertemu dengan bayangan bulan saat gerhana matahari yang dilacak ke arah timur di atas Samudera Pasifik Utara".

Berkat rencana penerbangan yang dibuat oleh pemburu gerhana Glenn Schneider, dari University of Arizona, dan pilot Alaska Airlines Penerbangan 870, Capt. Hal Anderson, kami mendapatkan pandangan indah 113 detik dari gerhana matahari total.

Berikut videonya :

Video : Detik-Detik Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016

Lidah api Matahari terlihat mekar saat GMT kemarin.

AstroNesia ~ Kemarin (9 Maret 2016), sebuah fenomena astronomi langka yang sangat luar biasa menyapa negara kita. Sebuah Gerhana Matahari Total.

Tapi tidak semua daerah di Indonesia di lalui GMT, hanya beberapa seperti Palu, Bangka Belitung, Ternate. Sementara yang lainnya hanya di suguhkan Gerhana Matahari Parsial. Sama seperti di daerah saya kemarin, Palopo, Sulawesi Selatan. Tapi walau hanya sebagian, kita masih bersyukur dapat melihatnya.



Bagi kalian yang tidak melihat fase totalnya, berikut video detik-detik Gerhana Matahari Total yang diliput NASA Tv. Dalam video, terlihat jelas lidah api Matahari raksasa (solar prominence) mekar di permukaan Matahari tembus ke korona.

Gambar Spektakuler Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 Di Indonesia

AstroNesia ~ Berikut ini beberapa gambar spektakuler fenomena Gerhana Matahari Total yang terjadi kemarin (9 Maret 2016). Gambar ini kami kutip dari beberapa sumber:

1. GMT Di Belitung

http://astronesia.blogspot.co.id/

Gambar ini diambil di Belitung yang memperlihatkan Gerhana Matahari dalam fase totalnya. Terlihat juga di sisi sampingnya ada Solar Prominence yang mencuat.



2. GMT Di Ternate, Maluku

http://astronesia.blogspot.co.id/

Gambar ini diambil di Ternate, Maluku pada tanggal 9 Maret 2016. Terlihat gerhana matahari memasuki fase totalnya.

3. GMT Di Palu, Sulteng

http://astronesia.blogspot.co.id/

Gambar ini diambil oleh Justin Ng di Palu, Sulteng yang memperlihatkan gerhana matahari dalam beberapa fase. Ia mengambil gambar tersebut menggunakan Canon 7D di 400mm dengan filter solar DIY.

4. GMT Di Palu Sulteng

http://astronesia.blogspot.co.id/

Orang-orang melihat gerhana matahari total dari jembatan di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia.

5. Gerhana Parsial Di Djogja

http://astronesia.blogspot.co.id/

Sebuah gerhana matahari parsial terlihat di belakang Candi Prambanan , Yogyakarta, Indonesia, Rabu, 9 Maret 2016.

6. GMT di Belitung


http://astronesia.blogspot.co.id/

Gambar ini dikirim oleh Azra Fahlevi di Fanspage Dunia Astronomi. Terima kasih Azra :)

7. Gerhana Parsial Di Palopo, Sulsel


http://astronesia.blogspot.co.id/

Gambar ini dikirimkan oleh Harno Malik di Fanspage Dunia Astronomi. Terima kasih Harno :)

8. Gerhana Matahari Parsial Di Medan, Sumut


Gambar ini diambil oleh Didi Nurhadi Illian menggunakan metode Pinhole (lubang jarum). Gambar ini dikirimkan di Fanspage Dunia Astronomi. Terima kasih Didi :)

9. Gerhana Matahari Parsial Di Cianjur, Jabar.


Gambar ini dikirim oleh Aji Rizki dari Cianjur, Jabar yang memperlihatkan gerhana matahari parsial. Gambar ini dikirimkan di Fanspage Dunia Astronomi. Terima kasih Rizki :)

10. Gerhana Partial Di Gresik, Jatim


Gambar ini memperlihatkan fase akhir dari gerhana yang terlihat di Gresik, Jatim. Gambar di kirim oleh Kurokawa Spencer Akira di Fanspage Dunia Astronomi. Terima kasih Kurokawa san :)

Untuk sementara itu dulu, nanti kami tambahkan lagi...

Cara Aman Melihat Gerhana Matahari


AstroNesia ~ Matahari adalah bintang paling dekat dengan kita, bintang ini juga dapat menjadi sasaran menggiurkan bagi pengamat langit selama gerhana matahari dan transit planet langka di permukaannya, bila dilihat dari Bumi. Tapi matahari adalah bintang terang dan pengamat harus berhati-hati saat melakukan pengamatan tersebut.

Jangan pernah melihat langsung ke arah Matahari menggunakan teropong, teleskop atau dengan mata telanjang Anda. Hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan mata serius dan bahkan kebutaan. Para ilmuwan dan pengamat langit berpengalaman menggunakan filter khusus dan kacamata untuk aman mengamati matahari.

Karena kacamata khusus gerhana sangat susah di cari, apalagi bagi kita yang tinggal di desa seperti saya, kita harus cari cara alternatif yang tentunya bisa dengan aman melihat Matahari. Salah satu cara termudah untuk mengamati matahari adalah dengan proyektor lubang jarum (pinhole). Berikut cara-caranya :

Dua lembar kertas



Ambilah dua lembar kertas HVS. Kemudian lubangi satu kertas dengan menggunakan jarum atau paku dengan sempurna. Arahkan lubang pada kertas tersebut ke arah matahari dan tangkap banyangan cahaya matahari yang melalui lubang pada kertas pertama menggunakan kertas kedua. 

Menggunakan Kardus

Anda dapat menggunakan kardus apapun, tapi semakin panjang kardus yang anda gunakan, semakin besar bayangan Matahari yang muncul. Lubangi bagian depan kardus dengan menggunakan jarum atau paku dan pastikan bagian depan kerdus tertutup rapat agar tidak ada cahaya yang masuk selain dari lubang yang telah kita buat. Dibagian belakang kardus beri selembar kertas sebagai bidang proyeksi dari bayangan cakram matahari dan beri lubang yang cukup besar di bagian samping kardus tersebut agar mata kita dapat melihat bidang proyeksi tersebut. Arahkan kardus ke arah matahari.

Teropong juga bisa diletakkan di atas pinhole, dengan cahaya dari matahari yang diproyeksikan ke kertas kosong melalui lensa okulernya.

Kacamata khusus gerhana dan kacamata tukang las nomor 14 atau lebih tinggi juga dapat digunakan untuk melihat matahari.

JANGAN PERNAH menggunakan kacamata biasa untuk mengamati matahari karena tidak memberikan perlindungan yang memadai.


Lebih jelasnya lihat cara membuat pinhole berikut ini :




Menanti Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016


AstroNesia ~ Tak lama lagi, kita akan di suguhkan sebuah tampilan surgawi di langit, sebuah fenomena Gerhana Matahari Total yang terjadi pada 9 Maret 2016.

Sebuah gerhana matahari total terjadi ketika bulan bergerak di antara bumi dan matahari, hampir sepenuhnya menghalangi cahaya matahari.



Saat bulan melintas tepat antara matahari dan bumi (kejadian yang relatif langka yang terjadi hanya sekitar sekali setahun karena fakta bahwa bulan dan matahari tidak mengorbit pada bidang yang sama persis) akan memblokir wajah cerah matahari, mengungkapkan atmosfer matahari yang relatif lemah yang disebut korona.

Para ilmuwan mengatakan totalitas ini akan berlangsung selama satu setengah sampai lebih dari empat menit di setiap lokasi.

Jangan lupa pakai cara aman saat melihat GMT, gunakan kacamata filter khusus atau proyektor pinholl. Dan yang paling penting berdoa................. agar cuaca tidak mendung.

Video : Pergerakan Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016


AstroNesia ~ Para penggemar astronomi di Indonesia seperti kita-kita ini, akan disuguhi denagn fenomena gerhana matahari total yang berlangsung pada 9 Maret nanti.

Gerhana Matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Berikut ini adalah video pergerakan gerhana matahari total 9 Maret 2016.




Jadi ga sabar nih pengen cepat-cepat bulan Maret hehehe... mudah-mudahan tidak ada halangan ya biar kita nanti bisa melihatnya.

WARNING!! 

Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari Matahari), BAHKAN HANYA DALAM BEBERAPA DETIK, dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata karena radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati gerhana Matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata.  Jadi gunakan kacamata atau filter khusus untuk gerhana matahari. Don't Try This at Home.

Ahli : Jangan Selfie Saat Gerhana Matahari


AstroNesia ~ Seperti yang kita ketahui, fenomena Gerhana Matahari Total akan hadir di Indonesia pada 9 Maret 2016. Para ahli mata memperingatkan bahwa memotret gerhana matahari menggunakan smartphone bisa berisiko kebutaan.

Bahaya datang saat kita melihat langsung ke Matahari saat kita memposisikan diri untuk mengambil gambar.




Secara biasanya tidak sengaja melirik Matahari - walau sebentar saja mengatur tembakan - dapat menyebabkan luka bakar di bagian belakang mata.


Ilmuwan spesialis mata asal The Royal College of Opthalmologists dari Inggris,  mengungkapkan, melihat gerhana matahari total tersebut, tak ubahnya seperti melihat matahari seperti biasanya.  

Seperti diketahui, matahari 400 ribu kali lebih terang dari bulan purnama dan empat triliun kali lebih terang dari bola lampu berkekuatan 100 watt. Dengan demikian, lapisan luar mata bisa melepuh atau letak karena sinar ultraviolet, layaknya seperti kulit terbakar di bawah sinar matahari.  

Bahkan, hanya melihat matahari ketika di belakang bulan selama 20 detik saja, sudah mampu menyebabkan kerusakan pada mata.  

"Tidak ada sistem yang aman untuk melihat gerhana langsung. Namun melihat video atau foto gerhana di layar telepon Anda tidak akan berbahaya," ujar Daniel Hardiman-McCartney, penasihat klinis The Royal College of Opthalmologists.  

Ahli menekankan bahwa gambar matahari di layar ponsel tidak berbahaya, yang menjadi kekhawatirannya adalah ketika orang melihat matahari dengan mata telanjang saat mengatur komposisi foto.

Robin Scagell, Wakil Presiden Society for Popular Astronomy juga, mengatakan cahaya matahari dengan jumlah yang besar perlu diantisipasi dengan baik, agar tidak merusak mata.  

"Sebuah gerhana parsial jauh lebih berisiko daripada gerhana total, karena orang tidak sadar bahwa dengan melihat sepotong tipis matahari berbahaya. Ini benar-benar ada risiko serius bagi penglihatan," ungkapnya.  

Dijelaskan, untuk menikmati peristiwa gerhana ini, yang aman, hanya dengan menggunakan kacamata khusus gerhana. Kacamata khusus tersebut diklaim lebih aman dari kacamata biasanya. Diklaim dapat memblokir 99 persen cahaya yang masuk. 

Gunakan kacamata khusus untuk gerhana >> sayangi mata anda karena jika mata anda buta, hidup tidak akan indah lagi >> stay safe.

Luwuk, Kota Terlama Yang Akan Menikmati Gerhana Matahari 9 Maret 2016


AstroNesia ~ Tak lama lagi, masyarakat 12 provinsi di Indonesia akan menyaksikan fenomena langka, Gerhana Matahari Total (GMT), yang diperkirakan muncul pada 9 Maret 2016. Peristiwa alam ini dibilang langka, sebab fenomena serupa ini hanya akan bisa disaksikan lagi dalam kurun waktu 350 tahun kemudian.

Lalu, kota manakah yang akan menyaksikan fenomena langka itu dalam waktu lama? Dikutip dari website Lembaga Penerbangan da Antariksa Nasional (Lapan), Senin 1 Februari 2016, kota yang paling lama menyaksikan GMT adalah kota Luwuk, Sulawesi Tengah, yakni hampir mencapai 3 menit, tepatnya 2 menit 50 detik. Lalu, disusul oleh Ternate selama 2 menit 39 detik, dan Poso selama 2 menit 40 detik.



Tercatat  12 provinsi di Indonesia yang dapat menyaksikan seluruh fenomena langka ini, yakni Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Kemudian, sejumlah daerah lain di Indonesia bisa menyaksikan gerhana Matahari sebagian, antara lain kota Padang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Kupang, Manado, dan Ambon.

Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin menyebut, hal yang paling dinanti untuk ‘dinikmati’ adalah keindahan korona saat gerhana datang. Korona hanya akan telihat, tepat ketika bulan menutupi matahari.

“Korona Matahari ini, suatu hal yang sangat menakjubkan, walaupun itu waktunya hanya 1,5 sampai 3 menit, ini yang justru ditunggu para penunggu gerhana,” ujar Thomas beberapa waktu lalu.

Gambar Spektakuler Gerhana Bulan Supermoon 28 September 2015

AstroNesia ~ Berikut ini beberapa gambar spektakuler dari Gerhana Bulan Supermoon yang terjadi pada tanggal 28 September yang diambil dari beberapa tempat di dunia.

Fenomena ini sangat langka karena menggabungkan dua fenomena astronomi terdasyat, yakni gerhana bulan dan fenomena supermoon. Supermoon terjadi saat bulan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi.

Seperti apa rupanya? Yuk kita lihat

1. Gerhana Bulan Supermoon di Manatee County, Florida (Victor Rogus)

http://astronesia.blogspot.com/

2. Gerhana Bulan Supermoon terbit di Las Vegas, bulan terlihat seperti Death Star


3. Gerhana Bulan Supermoon diatas Monumen Washington di Washington, DC (Aubrey Gemignani)


4. Gerhana Bulan Supermoon dari Gedung Capitol Colorado di Denver (Bill Ingalls)


5. Gerhana Bulan Supermoon di atas Tuscon, Arizona (Sean Parker)


6. Gerhana Bulan Supermoon di Gedung Empire State di New York (Joel Kowsky)


7. Gerhana Bulan Supermoon dari Mt. Lemmon SkyCenter in Arizona.



Itulah beberapa gambar indah dari gerhana bulan supermoon yang astronesia dapat kumpulkan....

Live Streaming Gerhana Bulan Supermoon 28 September 2015


AstroNesia ~ Di AS, Kanada, dan Amerika Tengah dan Selatan, fenomena Gerhana Bulan Supermoon ini akan dimulai pada petang tanggal 27 September 2015. Di Eropa, Asia Selatan / Tenggara, Afrika, Kutub Utara, serta di Samudra Pasifik, Atlantik , dan Hindia gerhana ini akan dimulai setelah tengah malam pada tanggal 28 September 2015.



Di Indonesia, gerhana ini tidak terlihat karena terjadi siang hari. Fenomena yang disebut dengan gerhana bulan total ini terjadi pada tanggal 28 Sept pukul 08.07 WIB sampai 11.27 WIB. Jadi, seluruh wilayah Indonesia tidak ada yang bisa melihatnya.

Tapi tenang saja, walaupun kita tidak melihat di langit kita, anda masih bisa melihat fenomena langka ini melalui layar komputer, nonton live streaming.

Slooh Community Observatory akan menyiarkan secara langsung fenomena ini yang akan dimulai pada pukul 07:00 WIB dari beberapa benua, termasuk siaran dari Stonehenge. Silahkan masuk disini untuk melihat Live Streamingnya dari Slooh : Mega Harvest Moon Eclipse

NASA TV juga akan menyiarkan fenomena ini pada pukul 07:00 WIB juga, yang akan diambil dari
Marshall Space Flight Center di Alabama, Observatorium Griffith di Los Angeles, Planetarium Adler di Chicago, dan Observatorium Fernbank di Atlanta.



Broadcast live streaming video on Ustream

Gerhana Bulan Supermoon Menawarkan Resiko Dan Kesempatan Ilmiah Pada Wahana Pengorbit Bulan

Ilustrasi wahana NASA Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO)

AstroNesia ~ Gerhana Bulan Supermoon langka akhir pekan ini akan menawarkan risiko dan kesempatan ilmiah wahana antariksa NASA yang mengorbit bulan.

Tetangga terdekat bumi akan gelap gulita pada Minggu malam (27 September) waktu Amerika Utara selama gerhana. Hal ini disebabkan oleh Bumi yang menghalangi bulan dari sinar Matahari. Fenomena ini akan menjadi gerhana bulan supermoon karena pada saat gerhana, bulan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi. Gerhana seperti ini terakhir terjadi pada 1982 dan akan terjadi lagi pada tahun 2033.



Bayangan Bumi juga akan menggelapkan wahana NASA Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) dan itu sedikit membuat kekhawatiran bagi wahana antariksa yang bertenaga surya. Namun, LRO telah bertahan dari tiga gerhana bulan lainnya hanya dalam 17 bulan terakhir, sehingga para operator pesawat ruang angkasa ini yakin bahwa wahana ini mungkin dapat bertahan dari fenomena ini.

"Kami memiliki metode, dan bekerja dengan baik," kata perencana operasi sanis Dawn Myers, dari NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Maryland, mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Itu selalu membuat stres selama pendekatan gerhana, tapi kami mengikuti prosedur yang sama setiap kali, dan kami belum punya masalah."

Prosedur tersebut awalnya mematikan sistem LRO untuk menghemat daya baterai dan baru diaktifkan ketika matahari muncul lagi. Tetapi anggota tim misi mendapat pengalaman selama bertahun-tahun (LRO diluncurkan pada bulan Juni 2009) dan mereka memiliki cukup percaya diri untuk mengambil beberapa data selama gerhana bulan.

Sebagai contoh, selama gerhana terakhir, LRO mengaktifkan instrumen Diviner untuk melacak suhu permukaan bulan yang tidak terkena sinar matahari sampai terkena sinar matahari lagi. Suhu ini dapat berubah secara dramatis, mengubahnya sekitar 280 derajat Fahrenheit (156 derajat Celsius) hanya dalam beberapa menit, kata para pejabat NASA.

Misi Lunar Reconnaissance Orbiter memetakan bulan secara detail yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan akan beroperasi sampai Oktober 2016. Wahana ini memiliki ukuran seperti mobil kecil dan membawa tujuh instrumen sains yang berbeda (yang sebagian besar akan dimatikan pada hari Minggu saat gerhana).

Penjelasan NASA Tentang Fenomena Langka Gerhana Bulan Supermoon


AstroNesia ~ Untuk pertama kalinya selama lebih dari 30 tahun, orang dapat akan melihat sebuah peristiwa langit yang langka ini bulan-sebuah supermoonyang di kombinasikan dengan gerhana bulan.

Pada tanggal 27 September malam, gerhana bulan total akan menutupi wajah bulan yang lebih besar dari biasanya selama lebih dari satu jam (gerhana Bulan Supermoon).


Gerhana total akan berlangsung selama satu jam dan 12 menit, dan akan terlihat di Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, Asia Barat dan Pasifik timur, kata NASA.

"Karena orbit bulan bukanlah lingkaran sempurna, bulan kadang-kadang lebih dekat ke Bumi dibanding pada waktu lainnya selama orbit," kata Noah Petro, ilmuwan wakil proyek untuk NASA Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO)

"Ketika bulan berada pada posisi terjauh itu dikenal sebagai apogee, dan ketika berada paling dekat dikenal sebagai perigee. Pada tanggal 27 September, kita akan memiliki perigee bulan purnama -. Bulan purnama terdekat tahun ini".




Pada perigee, bulan sekitar 31.000 mil lebih dekat ke Bumi dibanding apogee. Selama perigee, bulan purnama muncul sekitar 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang di langit dari bulan purnama apogee, oleh karena itu, Bulan purnama perigee memicu istilah "supermoon."

Selama gerhana bulan, bayangan bumi akan menutupi bulan selama lebih dari satu jam saat planet kita muncul diantara matahari dan bulan.

Indonesia tidak dapat melihat fenomena ini

Adapun supermoon dan gerhana bulan yang terjadi pada hari yang sama, Petro mengatakan bahwa itu hanya dinamika planet dan semua hal ini jarang terjadi tapi sudah sering terjadi.

Kombinasi gerhana bulan supermoon terakhir terjadi pada tahun 1982 dan berikutnya akan terjadi lagi pada 2033. "Itu cukup langka," kata Petro.

Sayang, Indonesia tidak kebagian fenomena ini.

NASA SDO Tangkap Fenomena Gerhana Matahari Ganda

NASA SDO (Solar Dynamics Observatory) menangkap gambar ini yang menunjukkan bumi dan bulan yang transit depan matahari bersama-sama pada 13 September 2015. Tepi Bumi terlihat di bagian atas. Sementara tepi bulan terlihat sempurna karena tidak memiliki atmosfer, di sebelah kiri.

AstroNesia ~ Pada hari Minggu (13 Sept 2015), sebuah fenomena gerhana Matahari Parsial terlihat dari bagian Afrika Selatan dan Antartika. Pada saat yang sama, NASA Solar Dynamics Observatory (SDO) - satelit di orbit geosynchronous Bumi - menangkap gerhana matahari ganda yang langka, pertama dengan bumi dan kemudian bulan.

NASA mengatakan bahwa SDO melihat puluhan gerhana Bumi dan beberapa transit bulan setiap tahun dari sudut pandangnya di luar angkasa. Tapi ini adalah pertama kalinya ia melihat dua gerhana terjadi sekaligus!

"Sama seperti bulan muncul ke bidang pandang SDO untuk menyeberang matahari, bumi juga memasuki gambar, menghalangi pandangan SDO sepenuhnya. Ketika Bumi hampir selesai menyeberangi wajah Matahari, bulan kemudian muncul menghalanginya", kata NASA.

Gerhana ganda dimulai sekitar 06:30 UTC pada tanggal 13 September.

Gambar di atas diambil pada panjang gelombang ultraviolet ekstrim dari 171 angstrom. Meskipun cahaya ini tak terlihat mata kita, itu biasanya berwarna emas. Tepi Bumi terlihat di dekat bagian atas gambar muncul kabur karena susunan atmosfer bumi yang memblokir cahaya berbeda pada ketinggian yang berbeda. Di sebelah kiri, tepi bulan muncul sempurna karena bulan tidak memiliki atmosfer.


SDO telah mengamati matahari sejak tahun 2010. Ia mengorbit melingkar di orbit geosynchronous pada ketinggian 22.238 mil (35.789 kilometer) di atas Bumi. Jarak yang tepat di atas bumi yang memungkinkan SDO untuk membuat satu jalur lengkap di sekitar planet kita setiap 24 jam. Ini berarti SDO tetap di satu tempat di langit kita. Lebih penting lagi, orbit SDO memberikannya pandangan yang biasanya tak menghalangi matahari.

Tapi SDO memiliki musim gerhana dua kali setiap tahun. "Bumi berevolusi mengelilingi Matahari, itu berarti bahwa orbit SDO lewat di belakang bumi dua kali setiap tahun, selama dua sampai tiga minggu pada suatu waktu", kata NASA. Selama fase ini, Bumi memblokir pandangan SDO sekitar beberapa menit sampai lebih dari satu jam sekali setiap hari.


Live Streaming Gerhana Matahari Parsial 13 September 2015

Gerhana Matahari Parsial (sebagian)

AstroNesia ~ Sebuah gerhana matahari parsial akan menggelapkan langit di selatan Afrika pada Minggu pagi (13 September), dan seluruh dunia dapat menyaksikannya secara online.

Gerhana ini akan terlihat bagi pengamat di seluruh Afrika Selatan, serta di bagian selatan Mozambik, Zambia, Zimbabwe dan Madagaskar. Tapi di manapun Anda berada, Anda dapat melihat gerhana ini berkat webcast yang diselenggarakan oleh Slooh Community ObservatorySlooh memulai acara ini pada Minggu pukul 00:30 EDT (04:30 GMT) atau 11:30 WIB dan dapat dilihat langsung di Slooh.com. Acara ini akan berjalan sampai pukul 5:00 EDT (09:00 GMT) atau 16:00 WIB, dengan waktu gerhana maksimum diperkirakan berlangsung pada pukul 3:00 EDT (07:00 GMT) atau 14:00 WIB. Tital acara berlangsung selama 5 jam.

Nonton Live disini : Slooh atau disini : Space.com

NASA : Bulan Darah Bukan Pertanda Kedatangan Asteroid Yang Akan Memicu Kiamat Pada 28 September


AstroNesia ~ NASA menepis rumor yang menyatakan bahwa sebuah asteroid akan menabrak Bumi pada 28 September. Badan antriksa itu mengatakan terus memantau langit untuk mencari tanda-tanda asteroid yang kemungkinan dapat mengancam planet kita.

"NASA tidak mengenal asteroid atau komet yang berada pada jalur tabrakan dengan Bumi, sehingga peluang tabrakan besar sangat kecil," kata juru bicara NASA.


"Bahkan, tidak ada objek besar yang akan menyerang Bumi setiap saat dalam beberapa ratus tahun ke depan."

Banyak teori konspirasi khawatir tentang penampakan Bulan Darah pada tanggal 28 September - peristiwa yang mereka percaya sebagai sinyal akhir dunia.


Hipotesis ini awalnya dibuat oleh pendeta Kristen terkenal John Hagee dan Mark Biltz.

Mereka mengatakan saat "tetrad" sedang berlangsung (empat gerhana bulan berturut-turut yang dimulai pada April 2014 dengan enam bulan penuh di antara) adalah indikator akhir dunia seperti yang dijelaskan dalam Alkitab dalam Kisah Para Rasul 02:20 dan Wahyu 6:12.


Beberapa orang yang percaya akan ramalan ini khawatir bahwa Bulan Darah yang akan terjadi pada 28 September nanti dapat menjadi akhir dunia.

Tapi faktanya, Bulan Darah adalah sebuah pemandangan yang sangat spektakuler, yang disebabkan oleh pantulan sinar matahari di atmosfer bumi - sehingga membuatnya berwarna merah.


Jadi jika Anda khawatir tentang kiamat yang akan terjadi pada tanggal 28, lihat panduan ini yang berguna untuk memberitahu Anda segala sesuatu yang perlu Anda ketahui.

Apa Itu Bulan Darah?
 
Penggemar Twilight pasti sudah akrab dengan istilah ini, tapi sayangnya itu tidak ada hubungannya dengan vampir penghisap darah.

Bulan darah adalah pemandangan yang spektakuler, disebabkan oleh pantulan cahaya matahari mengenai atmosfer bumi maka cahayanya akan dibiaskan. Hasil pembiasan ini yang membuat bulan akan berwarna merah. Bulan darah juga mengambil warna emas, tembaga, atau bahkan warna merah berkarat, tergantung di mana matahari berada - dan itu biasanya rendah di langit atau dekat cakrawala.


Apa Itu Ramalan Bulan Darah?

Hipotesis ini awalnya dibuat oleh pendeta Kristen terkenal John Hagee dan Mark Biltz.

Mereka mengatakan saat "tetrad" sedang berlangsung (empat gerhana bulan berturut-turut yang dimulai pada April 2014 dengan enam bulan penuh di antara) adalah indikator akhir dunia seperti yang dijelaskan dalam Alkitab dalam Kisah Para Rasul 02:20 dan Wahyu 6:12.


Kedua pendeta ini bersikeras bahwa semacam peristiwa tragis ditakdirkan akan menabrak bumi dan mungkin menghapusnya - tetapi kenyataannya adalah ini bukan pertama kalinya kita mempunyai fenomena seperti itu. "Terakhir kali ada tetrad terjadi di tahun 1900-an, dan saya takjub, mereka juga terjadi pada hari raya Paskah dan Pondok Daun," jelas Blitz. "Ketika saya melihat tahun fenomena ini terjadi, pikiran saya mulai terguncang. Yang terakhir dua kali terjadi, ada empat bulan darah berturut-turut, pertama, tepat setelah Israel menjadi sebuah bangsa pada tahun 1948, dan kemudian lagi ketika Israel merebut kembali Yerusalem di 1967. "

"Bulan darah" teori ditafsirkan dari Kitab Joel, yang mengatakan: "Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu." 

Akan Terjadi Malapetaka Dan Kesuraman?

Nah, itu rumit dan itu tergantung siapa yang Anda percaya. Ada yang bilang itu sinyal peristiwa langit yang spektakuler, yang lain mengatakan bumi akan di hantam asteroid dan akan menghancurkan planet ini berkeping-keping.

Rev Efrain Rodriguez adalah salah satu peramal yang memproklamirkan diri dan begitu yakin bahwa ia mendapat pesan dari Tuhan - bahkan, ia begitu yakin akan hal itu sehingga ia menulis kepada NASA untuk memperingatkan mereka tentang ketakutannya. Dia secara teratur memperbarui halaman Facebook-nya dengan peringatan mencolok yang katanya dari Tuhan - dan bagi mereka yang percaya padanya - itu menjadi pandangan yang cukup suram.

Jika apa yang dia katakan adalah benar maka saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang dicintai karena ia mengklaim sebuah asteroid yang memiliki diameter hingga 2.5 mil akan menyerang Puerto Rico dan akan menghapus dunia yang kita kenal ini.

Dalam penglihatan, Rodriguez melihat asteroid besar "memasuki wilayah udara kota Arecibo di Puerto Rico, menghantam laut antara Pulau Mona dan Mayaguez dan memicu gempa berkekuatan 12 Sr."

Jika klaim ini benar, tak diragukan lagi akan menyebabkan peristiwa yang dapat mengubah planet - seperti gempa paling kuat di dunia, yang menyebabkan 4.485 orang tewas dan terluka serta 2 juta orang kehilangan tempat tinggal setelah gempa melanda Chili selatan pada tahun 1960. Gempa itu berkekuatan 9,5 pada Richter skala.


Kapan Hal Ini Terjadi?
 
Mereka yang berada dibalik teori ini sangat yakin tentang ramalan yang akan menabrak Bumi - tetapi mereka tidak bisa menyebutkan tanggal tepatnya.

Hari kiamat versi ramalan mereka ini bisa terjadi kapan saja dari tanggal 21-28 September, dengan beberapa orang memperkirakan tanggal terjadinya sekitar 23 atau 24 September.

Bagi mereka yang hanya tertarik untuk melihat gerhana tetrad terakhir - gerhana keempat dalam tetrad - ini akan berlangsung pada malam tanggal 27 dan memasuki 28 September.


Apa Pendapat Ilmuwan?
 
Jika Anda tidak yakin tentang ramalan ini - anda mungkin benar. Namun jika anda sedikit was-was atau percaya hal ini akan terjadi, sebaiknya anda mulai berkemas perlengkapan bertahan hidup anda atau menelepon Richard Branson (Bos Virgin Galactic) untuk memesan tempat di pesawat ruang angkasanya dan membawa anda ke orbit sekitar Bumi.

Semacam itulah histeria di Amerika sana, dan membuat NASA mengambil langkah yang tidak biasa mengeluarkan pernyataan untuk menjelaskan hal-hal ini.

Paul Chodas, dari kantor NASA's Near-Earth Object, telah membantah klaim ini.

"Tidak ada bukti bahwa sebuah asteroid atau benda langit lainnya berada pada lintasan yang akan berdampak Bumi," katanya. "Bahkan, tidak satu pun dari benda-benda yang dikenal memiliki kesempatan untuk menabrak planet beberapa ratus kedepan. Tidak ada dasar ilmiah, tidak satu pun bukti, bahwa sebuah asteroid atau benda langit lainnya akan menabrak Bumi pada tanggal-tanggal yang disebutkan diatas di bulan September. "


Beberapa teori kiamat telah mengidentifikasi asteroid 2012 TT5 sebagai asteroid dekat Bumi yang akan menyebabkan tragedi ini.

Asteroid 2012 TT5 akan melintas dekat Bumi pada 24 September, tapi asteroid ini akan melintas pada jarak 0,55 AU atau 21,5 kali jarak Bumi-Bulan.  


Tapi meskipun NASA telah membantah klaim bahwa asteroid bisa menabrak Bumi, beberapa ahli teori kiamat telah menjuluki batu ini sebagai "batu pembunuh".

Bagaimana menurut anda?
Powered by Blogger.