Remah Kosmik Ungkap Kebiasaan Makan Galaksi Payung
Ini adalah citra galaksi Umberella atau NGC 4651. Fitur 'payung' pada galaksi ini sebenarnya sisa puing-puing yang berasal dari galaksi kecil yang telah dimakan oleh galaksi lebih besar |
AstroNesia ~ Para astronom mempelajari kebiasaan makan dari kanibal kosmik untuk belajar bagaimana cara galaksi berkembang (berevolusi).
Jika Anda mengarahkan teleskop dekat konstelasi Leo dan Virgo, Anda mungkin bisa menangkap sekilas pandangan galaksi monster yang dimaksud: Umbrella Galaxy, secara resmi disebut NGC 4651.
Galaksi spiral ini - kembaran Bima Sakti - memakan galaksi yang lebih kecil di dekatnya, sehingga muncullah 'payung' tipis yang mengelilinginya dan menjadi julukannya.
Ketika para ilmuwan menemukan payung ini pada tahun 1950-an, mereka menafsirkannya sebagai galaksi pendamping kerdil dengan galaksi yang lebih besar. Tapi penelitian baru-baru ini telah mengusulkan bahwa payung ini mungkin terdiri dari remah-remah sisa makanan galaksi yang lebih besar.
Para astronom telah menunjukkan bahwa Bima Sakti kita sendiri juga digemukkan dengan memperoleh bintang-bintang dari galaksi lain yang lebih kecil. Mereka telah menemukan aliran remah-remah bintang yang berasal dari galaksi kerdil Sagitarius terdekat, yang sedang ditelan oleh Bima Sakti.
Terlebih lagi, sebuah studi pada tahun 2010 yang melihat delapan galaksi spiral, termasuk Galaksi Payung,mereka menemukan bahwa enam dari mereka memiliki tanda-tanda merger, yakni memiliki cangkang, awan dan busur puing pasang surut.
Penelitian yang dipimpin oleh Caroline Foster dari Australian Astronomical Observatory (AAO) telah mempelajari Umbrella Galaxy, dan mereka mengetahui bahwa busur khas itu terdiri dari remah-remah yang berasal dari makan malam tunggal.
"Melalui teknik baru ini,kami mampu mengukur pergerakan bintang-bintang di Galaksi Payung walau sangat jauh dan samar", kata Foster menjelaskan dalam sebuah pernyataan dari AAO. "Hal ini memungkinkan kita untuk merekonstruksi sejarah sistem, yang kita tidak bisa sebelumnya."
Para astronom menggunakan pengamatan dari teleskop Subaru dan Keck di Hawaii untuk melacak pergerakan bintang-bintang di aliran dengan melihat gugus bola, nebula planet dan bidang kecil dari gas hidrogen di galaksi.
Jarak galaksi ini dari Bumi tidak pasti,namun para ilmuwan menduga bahwa galaksi ini berjarak 62 juta tahun cahaya dan terletak di konstelasi Coma Berenices. Galaksi ini berdiameter 50 ribu tahun cahaya.
Jangan lupa follow twitter kami di @Berita_astronomi
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Astronesia. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.