MESSENGER Ungkap Rahasia Medan Magnet Merkurius


AstroNesia ~ Data baru dari MESSENGER, pesawat ruang angkasa yang mengorbit Merkurius selama empat tahun sebelum menabrak planet seminggu lalu, mengungkapkan medan magnet Merkurius berusia hampir empat miliar tahun. Penemuan ini membantu ilmuwan mengumpulkan sejarah Merkurius, planet terdekat dengan matahari ini.

Detail studi data Messenger yang dimuat dalam Science Express ini menyebutkan usia medan magnet Merkurius hampir empat miliar tahun. Kekuatannya pun, menurut hasil studi, pernah setara dengan medan magnet yang dimiliki bumi.  

Para ilmuwan mempelajari data yang diambil Messenger pada pertengahan 2014 dan awal 2015. Itulah periode ketika Messenger terbang sangat dekat dengan Merkurius, yakni pada ketinggian 15 kilometer. Jarak terdekat Messenger dengan Merkurius sebelumnya hanya 200-500 kilometer.  

Sebelum ada misi Messenger, sedikit sekali informasi tentang Merkurius yang diketahui manusia. "Misi itu dijadwalkan hanya berjalan setahun, tak ada yang menduga bisa mencapai empat tahun," kata Catherine Johnson, peneliti planet dari University of British Columbia, Kanada. Johnson mengatakan observasi terhadap Merkurius bakal semakin menarik. "Informasi medan magnet ini baru bagian awalnya saja," katanya.  

Medan magnet yang dimiliki Merkurius saat ini mirip dengan milik bumi, tapi lebih lemah. Medan magnet Merkurius dihasilkan oleh pergerakan besi likuid di inti planet. Merkurius adalah satu-satunya planet dalam selain bumi--sistem ini juga diisi Venus dan Mars--yang memiliki medan magnet. Penelitian menunjukkan Mars pernah memiliki medan magnet, tapi lenyap sekitar tiga miliar tahun lalu.  

Data tentang medan magnet dikumpulkan magnetometer yang mengukur daya magnetik batuan saat Messenger terbang di dekat Merkurius. Sinyal lemah yang muncul ternyata sangat tua, setidaknya berusia 3,9 miliar tahun. Merkurius terbentuk pada periode yang sama dengan bumi, sekitar 4,5 miliar tahun lalu.  

Johnson mengatakan bakal sulit mengetahui medan magnet Merkurius tanpa bantuan observasi Messenger. "Padahal planet itu sudah menunggu di sana untuk menceritakan sejarahnya," kata Johnson, yang juga peneliti di Planetary Science Institute.  

Jangan lupa follow twitter kami di @Berita_astronomi

Blog ini adalah sajian berita Sains dan Teknologi yang kami kutip dari berbagai Sumber, jika anda menyukai dan mau dapatkan Update berita terbaru, harap ikuti blog ini dengan memasukan Email anda atau mengikuti Twitter/Facebook, dengan begitu anda secara otomatis akan mendapatkan Update Berita terbaru disini.


Share This Article Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya
Recommendation News close button
Back to top

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Astronesia. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Thanks For Your Comment Here
Powered by Blogger.