Hujan Berlian Mungkin Terjadi Di Planet Jupiter Dan Saturnus

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi robot penambang masa depan di Jupiter dan Saturnus yang sedang mengambil berlian.Gambar dirilis 9 Oktober 2013.

Astronesia-Ilmuwan mengatakan bahwa mungkin Jupiter dan Saturnus berisi banyak material berlian.Potongan berlian ini dapat melayang dalam cairan hidrogen dan helium di dalam atmosfer Saturnus dan Jupiter. Terlebih lagi, pada kedalaman lebih rendah, tekanan ekstrim dan suhu dapat mencairkan permata berharga ini, benar-benar membuat hujan berlian cair, kata para peneliti.

"Data baru yang ada telah mengkonfirmasi bahwa di kedalaman, berlian dapat mengambang di dalam Saturnus, beberapa tumbuh begitu besar sehingga mereka mungkin bisa disebut 'diamondbergs,'" kata pejabat dari California Specialty Engineering di Pasadena, California yang menulisnya dalam sebuah pernyataan.Ilmuwan planet Mona Delitsky CSE dan Kevin Baines dari University of Wisconsin-Madison melakukan penelitian ini.

Intan bisa terbentuk ketika unsur karbon, seperti grafit atau jelaga yang diciptakan oleh badai petir besar di Saturnus, jatuh ke atmosfer dalam planet di mana ia dihancurkan menjadi permata,kata Baines dan Delitsky.Berlian padat ini kemudian bergerak lebih jauh ke kedalaman planet ini, di mana mereka berubah menjadi cairan di dekat inti planet.

Para ilmuwan telah mengetahui bahwa berlian yang padat mungkin ada dalam inti planet yang relatif dingin seperti Neptunus dan Uranus, tetapi sampai sekarang, Jupiter dan Saturnus dianggap terlalu panas untuk memungkinkan berlian ini tetap solid atau padat.

Dalam sebuah buku yang berjudul Alien Seas (Springer 2013), Baines dan Delitsky menceritakan secara rinci bagaimana kapal robot tambang suatu saat nanti dapat menjelajahi interior Saturnus untuk mengumpulkan berlian dan membawanya ke Bumi.

Meskipun masih merupakan proses yang misterius, para ilmuwan berpikir bahwa, di Bumi, berlian terbentuk secara alami ketika karbon terkubur sekitar 100 mil (160 kilometer) di bawah permukaan Bumi.Untuk membentuk berlian tersebut,maka karbon itu perlu dipanaskan sampai suhu sekitar 2.000 derajat Fahrenheit (1.093 derajat Celsius) dan menekannya di bawah tekanan sekitar 725.000 pon per inci persegi.Material ini juga perlu segera berpindah ke permukaan bumi yang biasanya menumpang pergerakan magma menuju permukaan untuk di dinginkan 

Penelitian tentang berlian baru disajikan dalam pertemuan American Astronomical Society's Division for Planetary Sciences 45th annual meeting di Denver.

Planet asing juga bisa menjadi rumah bagi berlian.Sebuah exoplanet yang berjarak sekitar 40 tahun cahaya dari tata surya sebagian besar terbuat dari berlian.Para ilmuwan berpikir planet yang bernama 55 Cancri e ini lebih kaya karbon daripada di Bumi, lingkungan yang ideal untuk membentuk berlian.

Namun sebuah studi baru dari University of Arizona meragukan kesimpulan ini.Pasalnya,55 Cancri e mungkin tidak kaya akan berlian karena bintang induknya memiiki karbon tidak sebanyak yang di perkirakan sebelumnya.

Blog ini adalah sajian berita Sains dan Teknologi yang kami kutip dari berbagai Sumber, jika anda menyukai dan mau dapatkan Update berita terbaru, harap ikuti blog ini dengan memasukan Email anda atau mengikuti Twitter/Facebook, dengan begitu anda secara otomatis akan mendapatkan Update Berita terbaru disini.


Share This Article Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya
Recommendation News close button
Back to top

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Astronesia. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Thanks For Your Comment Here
Powered by Blogger.