Rusia Kehilangan Kontak Dengan Satelit Yang Membawa Tokek Keluar Angkasa

http://astronesia.blogspot.com/
Mauritius ornate day gecko (Phelsuma ornata)

AstroNesia ~ Para pejabat antariksa Rusia mengatakan bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan satelit yang membawa tokek keluar angkasa dalam percobaan untuk melihat bagaimana pengaruh microgravity pada makhluk biologi dan perilaku sek*ual mereka.

Menurut Jonathan O'Callaghan dari Daily Mail, total lima kadal (empat laki-laki dan satu perempuan) dikirim ke ruang angkasa pada satelit Foton-M pada tanggal 19 Juli. Sekarang, kurang dari seminggu kemudian, kontrol darat telah mengkonfirmasi bahwa wahana ini tidak lagi merespon perintah dan itu membahayakan misi.  

"Misi ini direncanakan berlangsung selama dua bulan untuk memantau dengan video seberapa baik tokek berkembang biak di luar angkasa sebelum mereka kembali dengan aman ke Bumi" kata O'Callaghan. "Setelah peluncuran, satelit itu gagal merespon perintah untuk menyalakan mesin dan pindah ke orbit yang lebih tinggi ... [tapi] sisa sistem beroperasi dengan normal".

"Perlengkapan bekerja dalam mode otomatis, dan khusus percobaan dengan tokek bekerja sesuai program," tambah Oleg Voloshin, juru bicara Russia’s Institute of Medico-Biological Problems, yang bertanggung jawab atas percobaan ini.

Itu berarti bahwa tokek eksperimental ini masih hidup - untuk saat ini. Namun, satelit Foton-M dan awak reptilnya kemungkinan besar akan hilang dalam beberapa bulan kecuali spesialis mampu menyambung komunikasi kembali, kata Alec Luhn dari The Guardian. Selain itu, jika sistem pendukung kehidupan probe rusak, tokek kemungkinan akan mati karena kelaparan sekitar 10 minggu.

Satelit Foton-M adalah bagian dari program satelit penelitian dan dibawa ke luar angkasa menggunakan roket Soyuz yang diluncurkan dari Kazakhstan Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan pada tanggal 19 Juli, kata Luhn menambahkan. Misi ini telah diundur selama tiga minggu karena masalah sistem listrik. Foton-M adalah satelit pertama yang diluncurkan sejak misi serupa pada tahun 2007 yang membawa kadal, gerbil, kupu-kupu dan makhluk lainnya ke ruang angkasa.

O'Callaghan, mengutip laporan berita Interfax, mengatakan bahwa para ahli percaya bahwa satelit ini mampu bertahan dalam ruang angkasa sampai empat bulan. Saat ini, satelit itu terjebak pada ketinggian orbit sekitar 155 mil (250 kilometer),jauh di bawah target misi asli yang harusnya di tempatkan pada ketinggian 357 mil (575 km). Hal ini disebabkan karena satelit ini gagal menyalakan mesin tahap kedua karena terputusnya komunikasi.

Tokek yang dibawa dalam misi ini dari jenis Mauritius ornate day gecko (Phelsuma ornata) yang dapat memiliki panjang 12 cm.

Jangan lupa follow twitter kami di @Berita_astronomi

Blog ini adalah sajian berita Sains dan Teknologi yang kami kutip dari berbagai Sumber, jika anda menyukai dan mau dapatkan Update berita terbaru, harap ikuti blog ini dengan memasukan Email anda atau mengikuti Twitter/Facebook, dengan begitu anda secara otomatis akan mendapatkan Update Berita terbaru disini.


Share This Article Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya
Recommendation News close button
Back to top

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Astronesia. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan.

Thanks For Your Comment Here
Powered by Blogger.