Satelit Korsel Capai Orbit dan Langsung Kirim Data

Roket Korsel yang berhasil diluncurkan

Astronesia-Satelit yang dibawa oleh sebuah roket yang diluncurkan Korea Selatan (Korsel)  Rabu 30 Januari kemarin dilaporkan berhasil mencapai orbitnya dan berfungsi dengan baik. Pihak Korsel menyatakan satelit tersebut telah mengirimkan sinyal datanya ke pusat kendali.

Keberhasilan program satelit Korsel tentunya hal yang melegakan bagi pemerintah dan juga warga negara ginseng tersebut. Bulan lalu, Korea Utara (Korut) mengklaim berhasil melakukan uji coba roket untuk membawa satelitnya ke orbit.

Uji coba roket yang kemarin dilakukan Korsel itu sendiri merupakan uji coba yang ketiga kalinya dilakukan oleh negara tersebut. Sebelumnya Korsel sempat melakukan uji coba roket pada tahun 2009 dan 2010 namun keduanya dicap gagal.

“Saya bangga akhirnya Korea Selatan dapat meluncurkan satelitnya sendiri,” ujar seorang warga di Kota Seoul, Hyun Day-sun, seperti dikutip Associated Press, Kamis (31/1/2013).

Acara peluncuran roket itu memang disiarkan secara luas di berbagai penjuru Korsel. Para warga pun bersorak gembira ketika pemerintah menginformasikan bahwa uji coba roke yang dilakukan negaranya berlangsung sukses.

Amerika Serikat (AS) menyatakan, uji coba roket yang dilakukan Korsel berbeda dengan Korut. AS menyebutkan selama ini Korsel melakukan program roketnya secara bertanggung jawab sedangkan program roket Korut adalah bagian dari ambisinya untuk memiliki senjata nuklir.

“Korut tidak perlu melihat program roket Korsel sebagai ancaman karena mereka mengembangkan program roket secara transparan. Seharusnya Korut dapat mencontoh Korsel dan membuka program roketnya pada komunitas internasional,” terang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Victoria Nuland.

31 Januari 1971, Apollo 14 Bawa Benih "Pohon Bulan"

http://astronesia.blogspot.com/
Citra LRO menunjukkan adanya bendera Amerika Serikat yang ditancapkan di Bulan dalam misi Apollo.

Astronesia-Amerika Serikat kembali meluncurkan manusia ke Bulan melalui misi Apollo 14, 31 Januari 1971. Misi kali ini membawa tiga astronaut, Alan Shepard Jr, Edgar Mitchell, dan Stuart Roosa.

Setelah mengalami beberapa kali kesulitan, dua dari tiga astronaut ini berhasil menjejakkan kaki di Bulan pada 5 Februari. Shepard dan Mitchell bertahan selama 34 jam di permukaan satelit Bumi itu untuk mengumpulkan sampel dan melakukan beberapa percobaan.

Sedangkan Roosa, mengorbit di atas Bulan menggunakan modul komando. Tanpa diketahui banyak orang, Roosa membawa ratusan benih pohon yang merupakan bagian dari proyek bersama NASA dengan United States Forest Service (USFS).

Sepulangnya ke Bumi pada 9 Februari, benih-benih ini kemudian ditanam oleh USFS di seluruh penjuru AS. Benih inilah yang dikenal sebagai "Pohon Bulan" dan didedikasikan bagi Roosa dan program Apollo.

Roosa sendiri wafat pada Desember 1994. Namun, Pohon Bulan-nya terus berkembang dan hingga kini keberadaannya yang sudah menyebar coba didata kembali oleh NASA.

Sumber: National geographic

NASA Luncurkan Satelit Komunikasi Generasi Baru

http://astronesia.blogspot.com/
Satelit TDRS-K

Astronesia-Satelit milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) generasi terbaru diluncurkan untuk menyediakan dukungan komunikasi jarak jauh. Diterbangkan pada Rabu dari Cape Canaveral Air Force Station, Florida, satelit Tracking and Data Relay Satellites (TDRS) ini akan mendukung misi jelajah luar angkasa.

Dilansir NASA, Kamis (31/1/2013), Tracking and Data Relay Satellites (TDRS) generasi ketiga milik badan antariksa Amerika Serikat ini dikenal juga dengan sebutan TDRS-K, yang diluncurkan tepat pada pukul 8:48 p.m EST di stasiun penerbangan Florida.

"TDRS-K meningkatkan jaringan kami dari satelit yang menyediakan komunikasi penting untuk mendukung eksplorasi luar angkasa," ujar Badri Younes dari Space Communications and Navigation NASA di Washington.

Ia mengatakan, satelit generasi baru ini bisa meningkatkan masa hidup dari sistem yang dimiliki oleh NASA. Sistem TDRS menyediakan pelacakan, telemetri, perintah dan layanan perintah pengembalian data untuk sejumlah misi sains serta penjelajahan astronot ke luar angkasa.

"Dengan peluncuran ini, NASA telah memulai pengisian kembali jaringan luar angkasa tua kami. Penambahan ini ke armada baru kami, akan menyediakan kemampuan besar untuk jaringan yang menjadi kunci untuk penemuan sains NASA berikutnya," jelas Jeffrey Gramling, Project Manager TDRS.

TDRS-K dibawa ke orbit dengan roket United Launch Alliance Atlas V dari Space Launch Complex-41. Setelah fase pengujian tiga bulan, NASA akan menerima armada luar angkasa tersebut untuk evaluasi tambahan, sebelum menempatkan satelit itu ke dalam layanannya.

Sumber: Okezone.com

Basis Alien Ditemukan Di Permukaan Bulan Pada Foto Lama NASA Dengan Detail Sangat Jelas

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Berikut ini sebuah foto yang menunjukkan dari struktur bangunan yang sangat jelas di permukaan Bulan yang di dapat dari situs NASA.

Lokasi :  Earths Moon, near Bessel crater and North of Mara Serenitatis

Berikut kutipan dari Scott C Warring:

"Saya sedang mencari foto Apollo tua dan aku menemukan foto ini,disitu terlihat jelas struktur yang mungkin di buat oleh makhluk cerdas.Struktur lingkaran memiliki lengan yang mengarah kesamping dan seperti daerah dengan bangunan di atasnya.Ini benar-benar aneh dan saya minta agar orang lain untuk melihatnya dengan mengklik pada link di bawah ini.

Satu link menuju ke situs resmi NASA.Tapi foto di situs NASA tidak lagi beresolusi tinggi tapi hanya foto area yang beresolusi rendah.Link lain adalah link dari sebuah situs orang yang menyelamatkan sejumlah besar foto NASA yang berusia 10-15 tahun agar publik bisa melihatnya.Fotonya dari daerah yang sama tapi dengan resolusi tinggi dan kita bisa melihatnya dari dekat.

Hacker Gary McKinnon mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia meng-hack komputer militer AS dan melihat dokumen yang menyatakan militer AS memiliki petugas dari dunia yang ditempatkan di pangkalan asing/alien, dan karena bulan adalah benda angkasa yang paling dekat dan mungkin pangkalan itu ada disitu. SCW".


Anda bisa melihat foto tersebut di link dibawah ini :

NASA link :  http://www.lpi.usra.edu/resources/apollo/frame/?AS15-87-11697
Link foto Bulan resolusi tinggi :  http://keithlaney.net/ApolloOrbitalimages/AS15/h/AS15-87-11697.jpg

Sumber: Ufosightingsdaily.com

Gambar Hari Ini : Kelompok Hickson 44 Di Leo

http://astronesia.blogspot.com/
Klik gambar untuk memperbesar

Astronesia-Mengamati langit untuk mencari galaksi,astronom Kanada Paul Hickson dan koleganya mengidentifikasi sekitar 100 kelompok galaksi kompak, sekarang disebut Hickson Compact Groups.

Keempat galaksi yang menonjol terlihat dalam Pandangan langit yang menarik,salah satunya adalah kelompok Hickson 44, berjarak sekitar 100 juta tahun cahaya ke arah konstelasi Leo.Dua galaksi spiral ditengah gambar adalah NGC 3190 dengan jalur khas debu melengkung dan NGC 3187 yang berbentuk S.

Seiring dengan galaksi berbentuk elips terang NGC 3193 di sebelah kanan, mereka juga dikenal sebagai Arp 316.Galaksi spiral di sudut kiri atas adalah NGC 3185, 4 anggota kelompok Hickson.Seperti galaksi lain dalam kelompok Hickson, menunjukkan tanda-tanda distorsi dan tingkatan pembentukan bintang,sebagai bukti tarikan gravitasi antar galaksi yang pada akhirnya akan menghasilkan penggabungan galaksi pada skala waktu kosmik.

Proses penggabungan kini dipahami sebagai bagian dari evolusi galaksi yang normal, termasuk Bima Sakti kita.Dan skala, NGC 3190 sekitar 75.000 tahun cahaya pada jarak estimasi Hickson 44.

Sumber : Apod-NASA

Video : Ledakan Bintang Meniupkan Gelembung Super Sinar X

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Berjarak sekitar 160.000 tahun cahaya dari Bumi, wilayah pertumbuhan bintang besar dan supernova yang disebut DL50 memancarkan sinar-x 20 kali lebih cepat dari struktur lain yang mirip seperti itu.Dengan menggunakan Chandra X-Ray Observatory ilmuwan mencari tahu mengapa hal itu bisa terjadi.




Sumber: Space.com

Atmosfir Venus Kadang Mirip Seperti Komet

http://astronesia.blogspot.com/
Ketika angin matahari menghantamnya, lapisan luar atmosfer Venus pecah keluar (digambarkan di sebelah kanan), membuat planet kedua dari matahari ini terlihat seperti sebuah komet.

Astronesia-Planet Venus kadang tampak tidak seperti planet melainkan seperti sebuah komet,kata para ilmuwan. 

Para ilmuwan European Space Agency (ESA) telah menemukan bahwa sebagian dari bagian atas atmosfer Venus - ionosfer nya - mengalami keanehan,tergantung pada perubahan cuaca harian matahari.Sisi ionosfer Venus yang menghadap jauh dari matahari dapat menggelembung keluar seperti ekor komet, sementara sisi yang menghadap matahari tetap padat, kata para peneliti.

Penemuan ini terungkap dengan menggunakan pesawat ruang angkasa ESA,Venus Expres.Yang mengamati ionosfer Venus selama periode angin matahari yang rendah di tahun 2010 untuk melihat persis bagaimana matahari mempengaruhi cara fungsi atmosfer planet.Pada 2013, matahari diperkirakan akan mencapai puncak siklus 11 tahunnya.

"Karena angin matahari secara signifikan menghantam Venus, Venus Express melihat balon ionosfer planet 'melawan arah angin' pada sisi malam planet seperti bentuk ekor ion mirip dengan ekor komet,kata para pejabat ESA.

Hanya membutuhkan waktu 30 sampai 60 menit untuk planet membentuk seperti ekor komet setelah angin matahari menghantamnya.Peneliti mengamati peregangan ionosfer setidaknya sekitar 7.521 mil (12.104 kilometer) dari planet, kata Yong Wei, seorang ilmuwan di Institut Max Planck di Katlenburg, Jerman yang bekerja pada penelitian ini.

Ionosfer Bumi tidak pernah seperti ekor komet karena planet ini memiliki medan magnet sendiri yang menyeimbangkan pengaruh matahari di dalam lapisan atmosfer.Venus tidak memiliki medan magnet sendiri makanya terpengaruh dari angin surya matahari.

Para peneliti berpikir bahwa Mars juga berperilaku sama.Planet Merah itu tidak memiliki medan magnet untuk mengurangi pengaruh angin matahari dengan baik.



Pesawat ruang angkasa Venus Express diluncurkan pada tahun 2005 dan telah mengorbit planet kedua dari matahari itu sejak tahun 2006.Satelit ini dilengkapi dengan tujuh instrumen untuk mempelajari atmosfer dan permukaan Venus yang ekstrim secara rinci. Pesawat ruang angkasa saat ini sedang dalam misi perpanjangan dan dijadwalkan berlangsung hingga tahun 2014.

Sumber : Space.com


Cakram Protoplanet Bintang TW Hydrae Diukur Dengan Akurasi Yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi cakram debu dan gas yang mengelilingi bintang muda TW Hydrae

Astronesia-Para astronom baru-baru ini melaporkan dalam jurnal Nature bahwa mereka telah menentukan massa pembibitan planet yang mengelilingi bintang TW Hydrae dengan akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Bintang TW Hydrae terletak sekitar 176 tahun cahaya dari Bumi dan merupakan salah satu cakram protoplanet yang paling sering diamati di ruang angkasa.Bintang muda ini dikelilingi dengan sebuah cakram gas dan debu padat, di mana objek yang lebih besar mulai berubah menjadi planet.Tata Surya kita memasuki fase yang sama sekitar 4 miliar tahun lalu.

Pengukuran baru diambil oleh astronom menggunakan Space Agency Eropa (ESA) Herschel Space Telescope menunjukkan massa yang jauh lebih besar dari sebelumnya yang di ukur di cakram TW Hydrae.Observasi baru ini bisa berarti bahwa sistem ini membentuk planet mirip dengan yang ditemukan di tata surya kita sendiri.

"Padatan kecil di cakram yang kita ukur adalah bibit dari dunia terrestrial (tanah) - mirip seperti tanah dari bumi tapi dalam potongan-potongan kecil, lebih kecil dari lebar rambut manusia",kata Ilsedore Cleeves, seorang mahasiswa University of Michigan dalam sebuah pernyataan.

Edwin Bergin, profesor astronomi di University of Michigan dan penulis utama, menjelaskan penelitian ini memberikan para astronom pegangan yang lebih baik pada pertanyaan "Mengapa kita di sini?"

"Jika Anda ingin memahami asal-usul planet seperti dunia terrestrial contohnya Bumi kita dengan air melimpah dan ada kehidupan, atau dunia yang kaya gas seperti Jupiter - Anda harus memahami bagaimana planet itu lahir dan apa hasil yang mungkin terjadi dalam kondisi apapun,".Bergin menjelaskan. "Dan massa cakram protoplanet adalah kuantitas mendasar yang harus Anda miliki untuk memahami kelahiran planet".

Karena kedekatannya TW Hydrae terhadap Bumi, para astronom memiliki pandangan yang sangat baik,sekitar 2x lebih dekat dari benda yang sama yang paling dekat.Meskipun sering diamati,massa total dari gas hidrogen molekul yang terkandung di dalam cakram adalah parameter mendasar yang masih belum jelas.

Para astronom memiliki kesulitan mengukur massa cakram protoplanet.Pengamatan sebelumnya menyebabkan asumsi model lainnya,tapi hasil ini penuh kesalahan.Namun, pengukuran terbaru membawa pemahamanlebih banyak.

Para astronom menemukan bahwa tidak semua molekul hidrogen diciptakan sama, ada beberapa mengandung atom deuterium - juga dikenal sebagai 'hidrogen berat' karena fakta bahwa ia membawa kedua proton dan neutron pada intinya.Perubahan ini berarti membentuk "hidrogen deuteride" molekulnya terdiri dari satu deuterium, dan satu atom hidrogen biasa, dan mengubah massanya.

Para peneliti mengatakan bahwa hidrogen deuteride ini adalah hidrogen deuteride kedua kalinya terdeteksi di luar Tata Surya kita.Yang pertama adalah observasi di nebula Orion yang diambil oleh satelit ISO.

Pengamatan baru ini menetapkan batas bawah untuk massa cakram ini seukuran 52x massa Jupiter dan secara dramatis menurun.Institut Max Planck untuk Astronomi menunjukkan bahwa penelitian terbaru ini menunjukkan ada hal yang lebih dalam cakram untuk membentuk sistem planet dari sistim kita sendiri.

"Pengukuran kami menunjukkan bahwa cakram ini mampu membuat tata surya yang dalam beberapa hal sangat berbeda dari tata surya kita sendiri," kata Bergin.

Pengukuran massa terbaru mengeksploitasi fakta bahwa hidrogen deuteride memancarkan radiasi yang berkaitan dengan derajat rotasi kebebasan, yaitu satu juta kali lebih kuat dari molekul hidrogen biasa.

"Temuan kami memberitahu kita bahwa bintang-bintang yang berbeda memiliki rute yang berbeda untuk membuat planet dan pembentukan planet semuanya berbeda,tergantung dari bintangnya.Kita sudah tahu bahwa sistem tata surya kita tidak sendirian dan ada sistem yang memiliki planet yang lebih besar seperti Jupiter. "Kata Bergin.

Sumber: Redorbit

Rekam Jejak Monyet Menjelajah Antariksa


Astronesia-Pihak Iran mengumumkan kesuksesan meluncurkan monyet ke luar angkasa, Senin (28/1). Pengiriman spesies ini bukanlah yang pertama bagi Iran. Menengok ke belakang, Negeri Para Shah ini sudah beberapa kali mengirimkan makhluk hidup selain manusia ke antariksa.

Namun, negara pertama yang mengirim monyet menuju antariksa adalah Amerika Serikat pada Juni 1948. Saat itu, AS mengirim monyet bernama "Albert" yang hanya mencapai ketinggian 63 kilometer menggunakan roket V2. Sayangnya dalam penerbangan, Albert mati karena sesak nafas.

Monyet berikutnya dinamai "Albert II" akhirnya berhasil sampai ke antariksa dengan ketinggian 134 kilometer pada Juni 1949. Albert II berhasil melewati proses peluncuran tapi akhirnya tewas karena parasutnya rusak. Ini menyebabkan kapsul Albert II terbanting dengan keras saat menyentuh permukaan Bumi.

Berikutnya, Albert III dan IV juga tewas dalam misi tahun 1949. Albert V kembali menjadi korban rusaknya parasut pada 1951. Sedangkan Albert VI atau dikenal sebagai "Yorick" berhasil bertahan hidup pada misi 1951. Tapi ia hanya mencapai ketinggian 72 kilometer, jauh di bawah hasil yang diinginkan yaitu 100 kilometer. Malangnya, Yorick tewas beberapa jam pasca mendarat di permukaan Bumi.

rhesus,monyet,macaca mulatta
Monyet rhesus (Macaca mulatta) (thinkstockphoto)
Hasil memuaskan baru tercatat pada Mei 1959. Saat itu, dua monyet bernama Able dan Baker mencapai ketinggian 483 kilometer menggunakan roket Jupiter. Beberapa tahun berikutnya, AS mulai menggunakan primata yang lebih besar yang mendekati kekerabatan manusia.

Untuk itulah diluncurkan simpanse pertama bernama Ham pada 31 Januari 1961. Selama durasi penerbangan 16,5 menit, Ham mencapai ketinggian 253 kilometer dan tiba dengan selamat.

Kesuksesan Ham menjadi kunci bagi astronaut Alan Shepard menuju luar angkasa pada 5 Mei 1961. Ia menjadi orang AS pertama dan manusia kedua setelah Yuri Gagarin yang berhasil mencapai antariksa. 

Beberapa bulan berselang, tepatnya pada 29 November 1961, simpanse lain bernama Enos diorbitkan.
Setelah diketahui bahwa manusia mampu selamat di alam luar angkasa, monyet dan simpanse tidak lagi diterbangkan ke sana. Pihak AS kini lebih memilih makhluk hidup lain yang lebih kecil seperti tikus dan serangga untuk percobaan antariksa. Mengingat mereka lebih mudah untuk dirawat dan tidak memakan banyak tempat.

Sumber : National geographic

Inikah Robot yang Mampu Hasilkan Air dari Bulan


Astronesia-Salah satu tantangan terbesar dari perjalanan ruang angkasa adalah sangat sedikitnya kegiatan yang dilakukan. Banyaknya kegiatan di ruang angkasa, biasanya bertujuan untuk menemukan hasil dari suatu penelitian maupun melakukan penelitian yang bermanfaat untuk masa depan.

Banyak pertanyaan tentang bagaimana manusia akan mempertahankan diri jika mereka dikirim ke bulan. Makanan dan air merupakan faktor utama bagi manusia guna mempertahankan diri. Jadi, jika perjalanan ruang angkasa berawak akan menjadi sebuah kenyataan jangka panjang, maka kita harus menemukan cara untuk mengolah tempat dan planet yang kita kunjungi.

Dilansir dari Mashable, Rabu (30/1/2013), NASA memiliki ide inovatif melalui sebuah robot, digunakan untuk menambang tanah di planet yang dikunjungi guna mendapatkan nutrisi, menemukan air, serta menghasilkan udara yang akan membuat segalanya menjadi mungkin.

Nah, Regolith Advanced Surface Systems Operations Robot (RASSOR), robot yang dapat diucapkan sebagai "pisau cukur" ini adalah perangkat excavator yang dirancang untuk mengekstrak air, es, dan bahan bakar dari tanah milik Bulan dan Mars.

RASSOR yang saat ini sedang dalam pengembangan bentuk prototipe, tidak hanya akan melakukan tugas mendapatkan air dari batu, akan tetapi, alat itu juga akan mengambil debu yang tersisa lalu mengubah bahan kimia yang dikandungnya menjadi dua hal penting bagi astronot yaitu, udara untuk bernapas, dan bahan bakar untuk bergerak.

Pada satu sisi, robot tersebut harus cukup ringan untuk feasibly terbang roket, sedangkan di sisi lain, mesin harus memiliki cukup berat untuk beroperasi dalam gravitasi lebih rendah dari yang ditawarkan oleh Bumi. Alat ini juga secara umum harus memiliki kekuatan untuk menggali ke dalam tanah tanpa terbalik, dan untuk menjelajah daerah bulan dan Mars sebagai multi-purpose mesin.

Sumber : Okezone.com

Gambar Hari Ini : Galaksi Spiral Sempurna M74

Klik gambar untuk memperbesar

Astronesia-Galaksi ini termasuk galaksi yang indah di alam semesta.Sebuah pulau alam semesta indah yang memiliki sekitar 100 milyar bintang dengan berjarak sekitar 32 juta tahun cahaya ke arah konstelasi Pisces, M74 menyajikan pandangan yang cantik.

Diklasifikasikan sebagai galaksi Sc, grand design lengan spiral M74 yang anggun ditelusuri oleh gugus bintang biru terang dan jalur gelap debu kosmis.

Galaksi ini mencakup wilayah sekitar 30.000 tahun cahaya termasuk eksposur rekaman emisi dari atom hidrogen dan tampak terlihat cahaya kemerahan dari daerah pembentuk bintang besar galaksi.

Sumber : Apod-NASA

Bukti Baru Sungai Pernah Mengalir di Mars


Astronesia-Studi terbaru yang dilakukan peneliti dari Brown University menunjukkan bahwa Mars pernah memiliki dasar sungai kuno. Peneliti menemukan jaringan dari pegunungan sempit di kawah Mars, yang menampilkan sisa-sisa fosil dari retakan tanah.

Retakan tanah itu menunjukkan bahwa air pernah mengalir di Mars. Penelitian ini menambah bukti baru terkait Mars yang memiliki hidrologi aktif.

Dengan hidrologi aktif ini, ilmuwan bisa mendapatkan pengetahuan baru guna mencari bukti kehidupan purba di planet merah tersebut. Ilmuwan meyakini bila aliran air ini masih ada, maka air ini kemungkinan diedarkan melalui celah-celah.

Ilmuwan juga percaya bahwa air yang bersirkulasi tersebut, perlahan akan dapat mengisi celah dengan deposit mineral, yang akan menjadi lebih keras ketimbang batu di sekitarnya. Batu di Mars juga dapat terkikis selama jutaan tahun dan lapisan material mineral keras itu akan tetap ada pada tempatnya.

Untuk menguji hipotesis, ilmuwan memetakan lebih dari 4.000 pegunungan di dua kawah Mars. Ilmuwan menggunakan pencitraan beresolusi tinggi dari Mars Reconnaissance Orbiter NASA.

Hipotesis lainnya juga menunjukkan bahwa struktur pegunungan ini terbentuk dari magma vulkanik yang masuk ke dalam batuan di sekitarnya. "Ini menunjukkan bahwa pembentukan retakan dihasilkan melalui energi dari dampak peristiwa lokal dan tidak berhubungan dengan skala regional vulkanik," kata peneliti Lee Saper, seperti dikutip Redorbit, Rabu (30/1/2013).

Tim juga menemukan pegunungan yang secara ekslusif berada di area, di mana batuan di sekitarnya kaya akan tanah zat besi-magnesium. Mineral dianggap sebagai tanda bahwa air pernah hadir di bebatuan Mars.

Sumber: Okezone.com

Asteroid Besar Akan Melintasi Bumi Saat Hari Valentine

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Sebuah asteroid seukuran setengah lapangan sepak bola akan melintas dekat Bumi tepat setelah hari Valentine.Meskipun tidak ada potensi tabrakan, asteroid 2012 DA14 masih akan membuat rekor pendekatan dengan Bumi, kata NASA.

"Sejak survei rutin langit dimulai pada 1990-an, kami belum pernah melihat obyek besar ini bisa begitu dekat dengan Bumi," kata Don Yeomans dari Near Earth Object Program NASA di JPL dalam sebuah pernyataan.

Sebuah asteroid seukuran serupa 2012 DA14 terbang melintasi Bumi rata-rata sekitar sekali setiap 40 tahun,dan benar-benar menabrak Bumi setiap 1.200 tahun atau lebih, kata Yeomans.

Dampak dari asteroid seukuran 164 kaki tidak dahsyat,benda yang berukuran sama membentuk Meteor Crater di Arizona sekitar 500.000 tahun yang lalu.

"Asteroid tersebut terbuat dari besi," kata Yeoman, "membuatnya menjadi salah satu penabrak yang sangat kuat".

Pada tahun 1908, asteroid lain yang berukuran sama meledak di atas atmosfer Siberia, dan meratakan hutan ratusan mil persegi (tragedi Tungunska).

"2012 DA14 dipastikan tidak akan menabrak Bumi," Yeomans meyakinkan."Orbit asteroid ini cukup jauh dari kemungkinan tabrakan".

Radar NASA akan memantau batu ruang angkasa saat mendekati Bumi lebih dekat daripada satelit buatan manusia.

"Kemungkinan dampak tabrakan dengan satelit sangat kecil," kata Yeomans, karena hampir tidak ada orbit satelit di mana DA14 akan melewati Bumi.

Badan antariksa AS mengatakan bahwa radar Goldstone di Gurun Mojave dijadwalkan hampir tiap hari melakukan ping terhadap 2012 DA14 dari tanggal 16 sampai 20 Februari.Hal ini akan membantu NASA menentukan orbit asteroid, dan memungkinkan para peneliti untuk lebih memprediksi pertemuan mendatang.

Saat ini asteroid 2012 DA14 memiliki tingkat kecerahan menyerupai bintang besar,Magnitudo 8.Meskipun kecerahannya akan mudah ditangkap oleh astronom,tapi kecepatannya akan membuatnya sulit untuk dilacak.

"Asteroid tersebut akan berpacu di langit, bergerak hampir dua kali lebar Bulan penuh setiap menit.



Sumber: Redorbit

Video : Pendarat Di Bulan Palsu? Sutradara Film Berkata TIDAK !!

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Banyak teori menyatakan bahwa Apollo mendarat di Bulan bisa saja di palsukan di studio.Penulis / sutradara SG Collins dari Postwar Media debunks mengatakan bahwa teknologi video diakhir 1960-an, menunjukkan dugaan kecurangan itu sama sekali tidak mungkin.



Sumber :Space.com

 

Definisi Zona Planet Layak Huni Diperbaharui

Sebuah definisi baru dari zona layak huni di sekitar planet, yang menunjukkan di mana air cair dapat berada, menggeser bumi menuju ke tepi zona layak huni di tata surya.

Astronesia-Salah satu karakteristik yang paling penting dari sebuah planet asing adalah apakah planet itu masuk kedalam zona layak huni atau biasa di sebut zona Goldilocks,dimana planet itu tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dari bintang induknya yang memungkinkan planet itu bisa menopang kehidupan dimana terdapat air dalam bentuk cair.

Sekarang para ilmuwan telah mendefinisi ulang batas-batas zona layak huni bagi planet asing, berpotensi mengeluarkan beberapa exoplanaets yang diperkirakan masuk sebagai planet layak huni dan memungkinkan beberapa planet yang tidak termasuk untuk masuk kembali kedalam daftar.

"Ini akan memiliki dampak yang signifikan pada jumlah exoplanets yang berada dalam zona layak huni," kata ketua tim penelitian Ravi Kumar Kopparapu dari Penn State University.

Zona layak huni mendefinisikan wilayah di mana planet mungkin bisa menahan air cair di permukaannya.Jika planet itu lebih dekat dari bintangnya maka air akan menguap,jika planet itu lebih jauh dari bintangnya maka air itu akan membeku.Jadi air dalam bentuk cair seperti di bumi merupakan syarat untuk kehidupan.

Definisi baru dari zona layak huni didasarkan pada database atmosfer diperbarui disebut HITRAN (high-resolution transmission molecular absorption/resolusi tinggi transmisi penyerapan molekul) dan HITEMP (high-temperature spectroscopic absorption parameters/suhu tinggi parameter penyerapan spektroskopi)
yang memberikan parameter penyerapan air dan karbondioksida — dua sifat yang sangat mempengaruhi atmosfer exoplanets, menentukan apakah planet tersebut bisa menjadi tempat air cair.
 
Para ilmuwan memperingatkan bahwa definisi zona layak huni masih tidak memperhitungkan efek umpan balik dari awan, yang juga akan mempengaruhi kelayakhunian planet.
 
Definisi zona layak huni sebelumnya berasal sekitar 20 tahun yang lalu yang di buat oleh  peneliti James Kasting dari Penn State , yang juga bagian dari tim yang melakukan pembaruan.
 
http://astronesia.blogspot.com/
Grafik ini menunjukkan jarak zona layak huni di sekitar berbagai jenis bintang, menurut definisi zona layak huni yang sudah diperbarui (klik gambar untuk memperbesar).
 
 
Definisi baru tidak secara radikal berbeda dari yang lama.Sebagai contoh, dalam tata surya kita, batas-batas zona layak huni telah bergeser dari 0,95 unit astronomi (AU, atau jarak antara bumi dan matahari) sampai 1,67 AU, ke rentang baru 0,99 AU sampai 1,7 AU.
 
"Ini kejutan bahwa bumi sangat dekat dengan tepi bagian dalam zona layak huni," kata astronom Abel Méndez dari University of Puerto Rico di Arecibo, yang bukan bagian dari tim pembaharuan.
 
Méndez mengelola daftar, yang disebut katalog exoplanet layak huni,dari semua planet yang dikenal di luar tata surya kita yang dapat dihuni kehidupan.Studi baru akan memerlukan beberapa penyesuaian baru untuk katalog, katanya.
 
"Sekarang seperti yang saya lihat sebagai perubahan yang signifikan," kata Méndez. "Banyak dari planet-planet yang kami percaya layak huni sekarang luar daftar.Tapi di sisi lain, memperluas tepi luar zona layak huni, sehingga beberapa planet yang lebih jauh mungkin masuk di dalam zona layak huni sekarang".
 
Dia menyebutkan salah satu planet pada khususnya, Gliese 581d, dianggap terletak di tepi luar zona layak huni bintang-nya.Dengan definisi baru, planet itu hampir berada di tengah pada zona, sehingga mungkin planet itu calon yang lebih baik untuk kehidupan di luar bumi.
 
"Hal itu akan menjadi perubahan besar untuk planet tertentu," kata Méndez."Itu mungkin berarti prospek kehidupan di planet ini akan jauh lebih baik".
 
Detail peneliti tentang definisi baru zona layak huni akan diterbitkan dalam Journal Astrophysical edisi mendatang.
 
Untuk menjelajahi Katalog Planet zona layak huni, kunjungi: http://phl.upr.edu/projects/habitable-exoplanets-catalog
 
Sumber : Space.com
Powered by Blogger.